Sifat Kerja Otot dan Gangguan Pada Otot

Sifat kerja otot dan gangguan pada otot. Setiap otot memiliki sifat kerjanya masing-masing. Contoh sifat kerja otot yaitu ekstensi. Seperti halnya bagian tubuh lainnya, otot dapat mengalami ganguan. Contoh gangguan pada otot adalah hipertrofi dan atrofi. Untuk selengkapnya yuk simak di bawah.

sifat kerja otot dan gangguan pada otot

A. Sifat Kerja Otot

Agar menghasilkan gerak, paling sedikit dibutuhkan dua macam otot yang bekerja baik bekerja saling berlawanan maupun bekerja saling mendukung satu sama lain. Berdasarkan sifat kerjanya, otot dibagi menjadi dua jenis, yaitu otot sinergis dan otot antagonis.

1. Otot Sinergis

Otot sinergis adalah otot yang kerjanya saling mendukung satu sama lain, sehingga menimbulkan gerakan satu arah. Contohnya yaitu otot pronator. Ada dua macam otot pronator, yaitu otot pronator teres dan otot pronator kuadratus. Kerja sama otot-otot ini akan menghasilkan gerak mengadah atau menelungkupkan telapak tangan.

2. Otot Antagonis

Otot antagonis adalah otot yang kerjanya saling berlawanan sehingga menimbulkan gerakan yang berlawanan atau berbeda arah. Contohnya yaitu otot biseps dan trisep. Otot biseps adalah otot yang memiliki dua buah tendon dan melekat pada lengan lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang memiliki tiga buah tendon dan melekat pada bagian lengan atas bagian belakang. Jika otot biseps berkontraksi, otot trisep akan berlekasasi dan sebaliknya.

Adapun gerak yang dilakukan oleh otot-otot antagonis adalah sebagai berikut.

a. Gerak fleksi dan ekstensi

Gerak fleksi adalah gerak membengkokkan, sedangkan gerak ekstensi adalah gerak meluruskan. Gerak fleksi dilakukan oleh otot fleksor dan gerak ekstensi dilakukan oleh otot ekstensor. Contohnya pada saat lengan dibengkokkan dan diluruskan. lengan membengkok karena otot biseps berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Sebaliknya, lengan menjadi lurus karena otot biseps berelaksasi dan otot trisep berkontraksi.

b. Gerak supinasi dan ponasi

Gerak supinasi adalah gerak mengadah, sedangkan gerak ponasi adalah gerak menelungkup. Gerak supinasi dilakukan oleh otot supinator dan gerak ponasi dilakukan oleh otot ponator. Contohnya yaitu gerak menengahkan dan menelungkupkan telapak tangan.


c. Gerak inversi dan eversi

Gerak inversi adalah gerak memutar kaki ke arah dalam tubuh, sehingga sisi medial telapak kaki terangkat. Sementara itu, gerak eversi adalah gerak memutar kaki ke arah luar tubuh, sehingga sisi lateral telapak kaki terangkat. Gerak inversi dilakukan oleh otot inversor dan gerak eversi dilakukan oleh otot eversor.

d. Gerak abduksi dan adduksi

Gerak abduksi adalah gerak menjauhi badan, sedangkan gerak adduksi adalah mendekati badan. Gerak abduksi dilakukan oleh otot abduktor dan gerak adduksi dilakukan oleh adduktor. Contohnya gerak meluruskan lengan ke samping dan meluruskan lengan ke bawah (sikap sempurna).

e. Gerak depresi dan elevasi

Gerak depresi adalah gerak ke bawah, sedangkan gerak elevasi adalah gerak ke atas. Gerak depresi dilakukan oleh otot depresor dan gerak elevasi dilakukan oleh otot elevator. Contohnya gerakan menunduk dan mengadahkan kepala.


B. Gangguan Pada Otot

Adapun gangguan pada otot di antaranya yaitu:

1. Hipertrofi

Adalah gangguan yang timbul akibat otot berkembang menjadi lebih besar. Hipertrofi disebabkan oleh aktivitas otot yang kuat, berulang-ulang, dan terus-menerus, serta nutrisi yang banyak. Biasanya terjadi pada orang yang gemar berolahraga atau bekerja keras.

2. Atrofi

Adalah gangguan berupa otot yang mengecil. Atrofi terjadi jika otot tidak digunakan, misalnya terjadi pada penderita poliomielitis, kelumpuhan, atau pemasangan gips.

3. Distrofi

Adalah gangguan berupa penurunan fungsi otot karena kelainan genetik.

4. Tetanus

Adalah gangguan berupa kejang otot, yaitu otot terus-menerus mengalami kontraksi akibat serangan bakteri Clostridium tetani.

5. Kram

Adalah gangguan berupa otot yang tiba-tiba terasa tegang, sulit digerakkan, dan disertai rasa nyeri. Kram dapat terjadi karena kurang lancarnya aliran darah ke bagian tubuh tertentu, udara dingin, kekurangan vitamin B1, B5, dan B6, ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh terutama natrium dan kalium, atau tidak melakukan pemanasan yang benar saat akan berolahraga.


6. Otot robek

Adalah gangguan pada otot berupa robeknya serabut otot, sehingga menimbulkan rasa nyeri, pendarahan, dan bengkak. Otot robek dapat terjadi akibat gerakan yang tiba-tiba saat berolahraga.

7. Miastenia gravis

Adalah gangguan pada otot berupa melemahnya otot secara berangsur-angsur, sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Penyakit ini terjadi karena terputusnya komunikasi antara saraf dan otot.

8. Otot terkilir

Adalah gangguan pada otot berupa robeknya otot bagian tendon karena meregang melebihi batas normal. Otot terkilir disebabkan oleh pembebanan pada otot secara tiba-tiba.

9. Kaku leher

Adalah gangguan pada otot trapesius, sehingga leher terasa kaku. Terjadi karena kesalahan gerak.

10. Hernia abdominalis

Adalah gangguan yang terjadi karena sobeknya otot dinding perut, sehingga usus turun ke bawah dan masuk ke dalam rongga perut.

Referensi:

  1. Quipper (2021)

Baca Juga:
Gangguan Pada Sistem Reproduksi Pria dan Wanita

Tinggalkan komentar