Strategi Korporasi: Pengertian, Jenis, dan Contoh

strategi korporasi
Photo by fauxels from Pexels

A. Pengertian Strategi Korporasi (Corporate Strategy)

Strategi korporasi merupakan strategi yang direncanakan serta dieksekusi pada tingkat korporasi atau perusahaan. Strategi korporasi ini menentukan segala bisnis yang sedang dijalankan oleh perusahaan dan apa yang ditargetnya perusahaan dari bisnis-bisnis tersebut.

Strategi korporasi dibuat berdasarkan pada visi dan misi perusahaan. Strategi korporasi juga disebut strategi tingkat korporasi atau strategi tingkat perusahaan.

Tergantung situasi dan keputusan dari manajemen perusahaan, suatu perusahaan dapat mengambil strategi untuk menumbuhkan, mempertahankan, ataupun memperbarui perusahaan dan bisnisnya. Terdapat tiga jenis strategi korporasi yaitu:

  1. Strategi Pertumbuhan (growth strategy)
  2. Strategi Stabilitas (stability strategy)
  3. Strategi Pembaruan (renewal strategy)

jenis strategi korporasi

B. Jenis-Jenis Strategi Korporasi Beserta Contohnya

1. Growth Strategy

Strategi pertumbuhan (growth strategy) adalah strategi dimana perusahaan melebarkan sayap dan meningkatkan jumlah pasar yang dijadikan target ataupun menambah jumlah produk baik melalui bisnis yang sudah ada maupun dengan membuat bisnis baru.

Penggunaan growth strategy ini dapat meningkatkan pendapatan, jumlah karyawan, dan market share. Suatu perusahaan dapat menggunakan growth strategy dengan empat cara yaitu:

  1. Konsentrasi
  2. Integrasi vertikal
  3. Integrasi horizontal
  4. Diversifikasi

a. Konsentrasi

Perusahaan melakukan strategi pertumbuhan dengan cara konsentrasi yakni berfokus kepada bisnis utama yang sudah ada serta meningkatkan jumlah produk yang ditawarkan dan cakupan pasar yang ditargetkan dari bisnis utama ini.

Contoh: perusahaan bernama Bose Corporation di AS fokus untuk mengembangkan produk audio yang inovatif dan sekarang menjadi salah satu produsen yang memimpin produksi perangkat audio untuk home entertainment, otomotif, dan lain-lain dengan pendapatan lebih dari 3 miliar dolar per tahun.


b. Integrasi Vertikal

Perusahaan melakukan strategi pertumbuhan dengan cara integrasi vertikal dapat dilakukan secara mundur, maju, atau keduanya.

Integrasi Vertikal Mundur

Pada integrasi vertikal mundur, suatu perusahaan menjadi pemasoknya sendiri menggantikan pemasok luar sehingga dapat mengendalikan input-nya.

Contoh: Indomaret memproduksi tisunya sendiri untuk dijual di minimarketnya.

Integrasi Vertikal Maju

Sedangkan pada integrasi vertikal maju, suatu perusahaan menjadi distributornya sendiri sehingga dapat mengendalikan output-nya.

Contoh: Apple membangun official store Apple Store untuk mendistribusikan produknya.

c. Integrasi Horizontal

Pada integrasi horizontal, suatu perusahaan tumbuh dengan cara mengakuisisi ataupun merger dengan kompetitornya.

Integrasi horizontal sudah sangat umum dilakukan di berbagai industri beberapa tahun terakhir, baik itu bidang layanan finansial, produk konsumer, penerbangan, toko ritel, IT, dan lain-lain.

Umumnya, seperti di AS dan Eropa, aturan terkait penggabungan ataupun akuisisi dua perusahaan ini sangat diawasi.

Contoh: Merger antara “Indosat Ooredoo” dan “Tri Indonesia” yang mana awalnya keduanya merupakan perusahaan yang saling bersaing (kompetitor).


d. Diversifikasi

Perusahaan dapat melakukan strategi pertumbuhan dengan cara mendiversifikasi bisnisnya baik itu yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan.

Diversifikasi yang Berkaitan

Diversifikasi yang berkaitan terjadi ketika suatu perusahaan bergabung atau mengakuisisi perusahaan lain namun masih dalam satu industri atau dalam industri yang berkaitan.

Contoh: Google mengakuisisi Youtube dan DoubleClick yang mana masih dalam industri yang berkaitan (IT-internet). Facebook yang mengakuisisi Whatsapp dan Instagram. Merger antara Gojek-Tokopedia menjadi GoTo.

Diversifikasi yang Tidak Berkaitan

Sedangkan diversifikasi yang tidak berkaitan terjadi ketika suatu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain yang berada pada industri yang berbeda dan tidak berkaitan.

Contoh: Coca-Cola mengakuisisi Columbia Picture (produsen film). Grup Djarum (perusahaan rokok) mengakuisisi Supra Boga Lestari (pengelola toko ritel).

2. Stability Strategy

Strategi kestabilan (stability strategy) adalah strategi perusahaan dimana suatu perusahaan tetap dan terus menjalankan bisnis yang sedang dijalankan.

Contoh dari aktivitas ini yaitu misalnya memberikan pelayanan atau yang sama, mempertahankan market share yang sudah ada, ataupun menjaga dan mempertahankan operasi bisnis yang sedang dijalankan. Artinya, pada strategi ini, perusahaan tidaklah tumbuh dan tidak pula surut.

Contoh: The Boeing Company selama berpuluh-puluh tahun berfokus pada bisnis utamanya yakni sebagai produsen pesawat terbang dan komponennya.


3. Renewal Strategi

Strategi pembaruan (renewal strategy) adalah strategi yang umumnya diterapkan ketika suatu perusahaan sudah berada dalam masalah misalnya permasalahan finansial dan perlu untuk bangkit atau memutar balikkan situasi.

Terdapat dua jenis strategi pembaruan (renewal strategy) yaitu:

  1. Rentrenchment strategy (strategi penghematan)
  2. Turnaround strategy (strategi putar balik)

a. Rentrenchment Strategy (strategy penghematan)

Strategi penghematan (rentrenchment strategy) adalah strategi pembaruan jangka pendek yang umumnya dilakukan untuk mengatasi masalah yang relatif kecil. Strategi ini membantu perusahaan untuk menstabilkan operasi, merevitalisasi sumber daya dan kapabilitas perusahaan, serta bersiap untuk bersaing kembali.

Contoh: Biogen pernah mengurangi tenaga kerjanya sebanyak 11% untuk memangkas biaya. Dari pemangkasan biaya tersebut, Biogen meningkatkan anggaran riset dan pengembangan untuk obat multi-sklerosis yang memiliki profitabilitas tinggi.

b. Turnaround Strategy (strategi putar balik)

Strategi putar balik (turnaround strategy) adalah strategi pembaruan yang diambil ketika perusahaan mengalami masalah yang relatif lebih serius.

Strategi ini merupakan versi drastis atau ekstrim dari strategi penghematan (rentrenchment strategy). Pada strategi putar balik juga dilakukan penghematan biaya dan restrukturisasi, namun dengan aksi yang lebih dalam dan drastis.

Contoh: CIT Group (perusahaan finansial) yang mengalami penurunan profit melakukan pemangkasan biaya hingga 125 juta dolar dan menjual unit bisnis keuangan pesawatnya agar dapat fokus dengan lebih efektif pada bisnis peminjaman komersial.

Baca Juga: Manajemen Strategis: Pengertian, Pentingnya, Proses/Langkah-langkah


Referensi:

  1. Porter, M. E. (n.d.). From Competitive Advantage to Corporate Strategy. Harvard Business Review. https://hbr.org/1987/05/from-competitive-advantage-to-corporate-strategy
  2. Robbins, S. P. & Coulter, M. (2018). Management (Ed. 14). Pearson Education.

Tinggalkan komentar