Energi Nuklir: Alasan Kenapa Harus Dipertahankan

oleh | Mei 9, 2020 | Fisika, Fisika Nuklir | 0 Komentar

Energi nuklir merupakan sumber energi yang memiliki stigma negatif di masyarakat dunia. Bahkan terhitung sejak peristiwa Chernobyl, penggunaan energi nuklir secara komersial perlahan semakin menurun. Peristiwa tersebut dengan jelas merubah banyak sekali masyarakat dunia terkait penggunaan teknologi nuklir. Pada kenyataannya ternyata tidak seburuk itu.

Copyright: Daniel Prudek / Shutterstock

Alasan Kenapa Energi Nuklir Layak Untuk Tetap Digunakan

1. Energi Nuklir Mengurangi Kematian

Pada tahun 2013, terdapat studi yang dilakukan oleh NASA menemukan bahwa penggunaan energi nuklir mencegah kematian hingga 1,8 juta nyawa. Angka ini berdasarkan analisis data dari tahun 1971 hingga 2009. Bahkan jika kita gabungkan total korban jiwa dari peristiwa Chernobyl dan Fukushima, energi nuklir masih berada pada peringkat terakhir berdasarkan angka korban jiwa/unit energi.

Meskipun limbah nuklir sangat-sangat berbahaya, akan tetapi limbah tersebut pasti disimpan di suatu tempat yang aman, sedangkan limbah energi bahan bakar fosil umumnya dibuang begitu saja ke udara yang kita hirup setiap hari. Jadi dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, kita dapat mencegah banyak sekali kasus kanker dan penyakit pernapasan yang terjadi di masyarakat. Selain itu, kecelakaan tambang yang sering terjadi juga dapat diminimalisir. Jika dipikirkan kembali, akan jauh lebih aman rasanya menyimpan limbah nuklir yang disimpan jauh di dalam tanah ketimbang membuang limbah berbahaya yang sangat-sangat banyak ke atmosfer.

Sumber Data: Markandya, A., & Wilkinson, P. (2007)

Energi nuklir umumnya terkesan berbahaya, padahal secara garis besar tidak. Seperti di Chernobyl, di mana satu peristiwa besar sangat melekat di ingatan kita, sedangkan kenyataannya minyak bumi dan batu bara juga banyak membunuh secara diam-diam. Hal ini seperti membandingkan kematian karena pesawat terbang dengan kematian karena mobil.

Masih butuh waktu bertahun-tahun agar kita bisa 100% menggunakan energi terbarukan. Selama kita masih menggunakan bahan bakar fosil, energi nuklir menyelamatkan nyawa lebih banyak ketimbang menyebabkan kematiannya.

2. Energi Nuklir Mengurangi Emisi CO2

Energi nuklir sebenarnya jauh lebih ramah lingkungan untuk digunakan ketimbang energi fosil dilihat dari segi pengaruhnya terhadap perubahan iklim. Sejak 1976, diperkirakan sekitar 64 gigaton emisi gas rumah kaca. Selain itu juga diperkirakan hingga pertengahan abad ini, angka tersebut akan bertambah 80 hingga 240 gigaton.

Sumber Data: Intergovernmental Panel on Climate Change Life Cycle Assessment.

Batu bara itu murah, relatif banyak di alam, dan mudah untuk diperoleh. Jadi jika dipikirkan, rasanya tidak akan mudah melepaskan diri dari sumber energi ini. Meskipun demikian, energi nuklir mungkin solusi paling relatif ramah lingkungan dan paling efisien yang dapat kita pilih ketimbang sumber-sumber energi lain.


3. Teknologi Yang Relatif Masih Baru

Teknologi yang kita punya sekarang sebagian besar merupakan teknologi lama, karena secara garis besar inovasi teknologi di bidang nuklir sejatinya berhenti pada tahun 1970-an.

Mungkin inovasi teknologi dapat menjawab pertanyaan kita terkait bahaya reaktor nuklir dan limbah nuklirnya. Terdapat beberapa konsep dan rancangan teknologi baru seperti reaktor nuklir Thorium. Thorium sendiri relatif melimpah di alam, sulit untuk digunakan sebagai senjata nuklir, dan diperkirakan memiliki limbah hingga 100 bahkan 1000 kali lebih sedikit ketimbang teknologi nuklir yang ada sekarang. Selain itu, limbahnya juga diperkirakan hanya berbahaya selama beberapa tahun, berbeda dengan teknologi sekarang yang akan tetap berbahaya hingga puluhan ribu tahun. Selain itu, 1 ton Thorium diperkirakan mampu menghasilkan energi yang sama dengan 200 ton Uranium, atau 3,5 juta ton baru bara.

Mungkin sebaiknya kita melalukan riset terlebih dan pengembangan terlebih dahulu sebelum kita menilai apakah energi nuklir memang bisa menjadi solusi yang baik atau tidak. Mungkin sulit untuk dilakukan, akan tetapi jika kita berkaca pada masa lalu, umat manusia telah melewati inovasi inovasi yang sulit. Revolusi industri 1.0, 2.0, 3.0, dan 4.0 merupakan bukti bagaimana kita dapat berinovasi dan melompat menuju teknologi dan kehidupan yang jauh lebih baik.

Jadi apakah teknologi nuklir memang lebih baik? Hingga hari ini, penggunaan energi nuklir sebagai solusi masih sering kali diperdebatkan. Di antara alasannya dapat kamu baca di artikel Energi Nuklir: Alasan Kenapa Harus Dihentikan dibawah.

Energi Nuklir: Alasan Kenapa Harus Dihentikan

Sebenarnya terdapat jenis lain dari sumber energi nuklir yang jauh lebih aman dan efisien ketimbang nuklir konvensional, yakni energi fusi nuklir. Sumber energi ini bahkan digadang-gadang sebagai sumber energi masa depan. Penasaran bagaimana? Kamu bisa baca artikel Fusi Nuklir: Sumber Energi Masa Depan dibawah,

Fusi Nuklir: Sumber Energi Masa Depan

Sumber dan Referensi: 1 2 3

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Post

Related Post

Bagaimana Listrik Diproduksi?

Bagaimana Listrik Diproduksi?

Kita mengonversi sumber energi lain (batu bara, nuklir, dll) menjadi energi listrik. Tetapi bagaimana sumber energi tersebut dikonversi menjadi listrik?

Energi Nuklir: Alasan Kenapa Harus Dihentikan

Energi Nuklir: Alasan Kenapa Harus Dihentikan

Energi nuklir merupakan energi yang semakin hari semakin banyak digunakan oleh manusia. Baik itu sebagai senjata maupun sebagai pembangkit listrik. Bahkan sekarang energi nuklir menyumbang sekitar 10% dari sumber energi listrik.

Fusi Nuklir: Sumber Energi Masa Depan

Fusi Nuklir: Sumber Energi Masa Depan

Energi merupakan salah satu aspek penting bagi manusia. Dengan energilah kita memasak makanan, menanam tanaman, hingga menyalakan Handphone kita. Salah satu bentu energi, energi listrik, menjadi salah satu urat nadi peradaban manusia modern sekarang.