Membusukkah Manusia Jika Meninggal Di Ruang Angkasa?

oleh | Mei 8, 2020 | Astronomi, Biologi dan Kesehatan, Fisika | 0 Komentar

Astronot mengenakan baju khusus ruang angkasa—yang selanjutnya kita sebut spacesuit—agar selamat dari bahaya yang ada di ruang angkasa. Bahaya tersebut seperti radiasi yang dapat merusak tubuh yang sebagian besar dari matahari hingga keperluan dasar seperti oksigen untuk astronot tersebut bernapas. Tetapi jika manusia mati di luar sana, apa yang terjadi pada tubuhnya? Mari kita gali lebih dalam.

Death in Space
Copyright: LuigiDonatello on Youtube

Spacesuit Astronot

Sederhananya, spacesuit terbagi menjadi beberapa bagian yakni bagian badan, lengan, telapak tangan, kaki, dan helm. Bagian helm sendiri dibuat sedemikian rupa agar astronot tetap terlindung tetapi dapat tetap memiliki pandangan yang seluas mungkin.

Spacesuit memiliki beberapa lapisan, dari lapisan penahan oksigen hingga lapisan yang melindungi dari hantaman partikel berkecepatan tinggi.

Astronaut Bruce McCandless II
Copyright: NASA

Faktanya, kecepatan partikel di ruang angkasa dapat berkisar antara sekian meter per detik hingga sekian kilometer per detik. Akan tetapi mayoritas partikel tersebut berukuran kecil sehingga tidak terlalu membahayakan astronot maupun satelit di ruang angkasa.

Spacesuit dirancang agar dapat menahan suhu ekstrim yang berkisar antara -156°C hingga 121°C. Hal ini dapat terjadi karena spacesuit tersebut memiliki mekanisme untuk mengatur suhu di dalamnya. Selain itu, biasanya terdapat tabung oksigen yang dibawa astronot sebagai suplai oksigen ke dalam spacesuit.

Lalu Bagaimana Jika Astronot Tersebut Meninggal Di Ruang Angkasa?

Jika dipikir, ini termasuk pertanyaaan dengan jawaban yang kondisional. Secara sederhana, kondisi tersebut meliputi:

1. Oksigen

Bakteri pembusuk / dekomposer hanya bekerja dengan baik jika masih ada oksigen. Jika oksigen dalam spacesuit sudah habis maka akan sangat minim sekali bahkan tidak terjadi pembusukan pada tubuh astronot tersebut.

2. Suhu

Seiring waktu, pengatur suhu spacesuit dapat mati/rusak. Jika suhu terlalu rendah maka mikroorganisme dekomposer akan kurang aktif bahkan tidak aktif sehingga tidak terjadi pembusukan. Sedangkan jika suhu terlalu tinggi, maka mikroorganisme dekomposer akan mati sehingga tidak terjadi pembusukan pula. Maka dari itu perlu suhu yang tepat agak pembusukan tetap dapat terjadi.

3. Kadar air/kelembaban

Tanpa air, mikoroorganisme dekomposer tidak akan mampu bertahan hidup. Sebaliknya, semakin banyak kadar air, maka proses pembusukan akan semakin cepat.


Contohnya Bagaimana Ya?

Jadi, mengenai jawaban apakah jasad astronot membusuk di ruang angkasa sangat tergantung bagaimana penyebab kematiannya. Untuk lebih jelasnya, simak beberapa kasus berikut.

#Kasus 1

Seorang astronot berada di ruang hampa, kadar oksigen pada spacesuitnya sangat rendah sehingga membuatnya pingsan. Astronot tersebut tidak dapat diselamatkan sehingga dia tewas. Apa yang akan terjadi?   Jika masih terdapat oksigen di spacesuitnya, pembusukan akan mulai terjadi dalam waktu setidaknya 24 jam setelah kematiannya. Akan tetapi apabila kemudian oksigennya sudah habis, pembusukan akan perlahan berhenti. Ketika sistem pengatur suhu mati, suhu keseluruhan akan menjadi sangat dingin sehingga membuat tubuh astronot tersebut membeku.

#Kasus 2

Seorang astronot sedang melakukan Spacewalk, yakni melakukan aktivitas di ruang angkasa di luar satelit/stasiun/pesawat. Akan tetapi ia dihantam dengan objek ruang angkasa berkecepatan tinggi sehingga helmnya pecah. Apa yang akan terjadi?   Pembusukan tidak akan terjadi. Yang terjadi saat tubuh manusia terekspos ruang hampa adalah sebagai berikut. Seluruh udara termasuk dalam tubuhnya, seperti pada paru-paru, akan keluar. Air pada permukaan lembab seperti bibir dan mata akan menguap hingga kering dan kaku seperti membeku. Tubuhnya akan membengkak, menguapkan keringat dan gas.   Ia akan kehilangan kesadaran hanya dalam 15 menit. Selain itu, dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam agar tubuhnya mendingin seperti suhu ruang angksa.

#Kasus 3

Seorang astronot diteleportasi ke ruang angkasa sehingga ia tiba-tiba berada di ruang angkasa tanpa spacesuit. Apa yang akan terjadi? Tidak terjadi pembusukan. Yang terjadi adalah kurang lebih sama dengan kasus 2. Hanya saja tanpa spacesuit, tubuhnya akan terpapar radiasi parah terutama radiasi dari matahari.

Kesimpulan

Jika ditanya apakah manusia membusuk jika meninggal di ruang angkasa, jawabannya tergantung dari bagaimana manusia tersebut meninggal dan kondisi pada saat itu, terutama temperatur, kadar oksigen, dan air.

Referensi: 1 2 3 4 5 6 7 8

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Post

Related Post

Bagaimana Listrik Diproduksi?

Bagaimana Listrik Diproduksi?

Kita mengonversi sumber energi lain (batu bara, nuklir, dll) menjadi energi listrik. Tetapi bagaimana sumber energi tersebut dikonversi menjadi listrik?

Energi Nuklir: Alasan Kenapa Harus Dipertahankan

Energi Nuklir: Alasan Kenapa Harus Dipertahankan

Energi nuklir merupakan sumber energi yang memiliki stigma negatif di masyarakat dunia. Bahkan terhitung sejak peristiwa Chernobyl, penggunaan energi nuklir secara komersial perlahan semakin menurun. Peristiwa tersebut dengan jelas merubah banyak sekali masyarakat dunia terkait penggunaan teknologi nuklir. Pada kenyataannya ternyata tidak seburuk itu.