Mitokondria: Definisi, Fungsi, dan Struktur

Mitokondria merupakan salah satu organel yang ditemukan pada sel, baik sel hewan maupun sel tumbuhan. Adapun definisi, fungsi dan struktur mitokondria akan dijelaskan pada uraian berikut.

A. Definisi Mitokondria

Mitokondria merupakan organel tempat berlangsungnya respirasi sel pada makhluk hidup. Mitokondria berbentuk silinder dengan panjang 1-10 mikrometer dan diselubungi oleh dua lapis membran, yaitu membran dalam dan membran luar. Organel ini banyak ditemukan pada sel-sel yang aktif dan memiliki metabolisme tinggi, seperti sel otot jantung.

B. Fungsi Mitokondria

Mitokondria memiliki beberapa fungsi, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Tempat berlangsungnya respirasi sel pada makhluk hidup, sehingga dihasilkan energi berupa ATP.
  • Membantu keseimbangan konsentrasi ion kalsium.
  • Membantu pembangunan bagian-bagian tertentu dari darah dan hormon, seperti testosteron dan estrogen.
  • Mitokondria pada sel-sel hati memiliki enzim yang mendetofikasi amonia.
  • Menjadi tempat metabolisme asam lemak.
  • Berperan penting dalam proses kematian sel terpogram. Sel yang tidak diinginkan dan kelebihan akan dipangkas selama perkembangan organisme. Proses ini disebut sebagai apoptosis

C. Struktur Mitokondria

Mitokondria tersusun atas fosfolipid dan protein. Mitokondria berbentuk silinder dan memiliki dua membran, yaitu membran dalam dan membran luar, di antara kedua membran dipisahkan oleh ruang antarmembran. Berikut adalah bagian-bagian dari mitokondria.

struktur mitokondria
Struktur mitokondria

1. Membran luar

Membran luar pada mitokondria memiliki permukaan yang halus dan memiliki fosfolipid yang jumlahnya hampir sama dengan jumlah protein. Membran luar mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 dalton. Membran luar juga mengandung enzim yang dipelukan dalam biosintesis lipid.

2. Membran dalam

Membran dalam pada mitokondria tersusun atas 20% lipid dan 80% protein. Membran ini bersifat kurang permeabel dibandingkan dengan membran luar. Membran dalam memiliki permukaan yang berlekuk-lekuk yang disebut krista. Adanya krista menyebabkan membran dalam memiliki permukaan yang luas, sehingga dapat menjadi tempat utama pembentukan ATP. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi oksidatif yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria. Selain itu, membran dalam juga mengandung protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam.

3. Ruang antarmembran

Ruang antarmembran merupakan ruang di antara membran dalam dan membran luar.

4. Matriks mitokondria

Matriks mitokondria merupakan ruang yang diselubungi oleh membran dalam mitokondria. Matriks mitokondria mengandung enzim yang berperan dalam siklus krebs dan oksidasi asam lemak. Oleh karena itu, matriks ini menjadi tempat berlangsungnya tahapan metabolisme seperti siklus krebs, oksidasi asam lemak, dan oksidasi asam amino. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat protein, DNA, RNA, dan ribosom, sehingga mitokondria dapat menyintesis proteinnya sendiri. Adapun perbedaan antara DNA mitokondria dan DNA nukelus yaitu :

DNA mitokondria : merupakan sandi untuk protein dan enzim yang bekerja pada membran dalam

DNA nukleus : merupakan sandi untuk protein matriks dan membran dalam.

Oleh karena mitokondria memiliki DNA yang dapat mengatur sintesis protein yang dilakukan oleh ribosom dalam organel tersebut mitokondria disebut sebagai organel semiotonom.

Referensi:

  1. Quipper (2021)

Baca juga:

Transpor Aktif: Pompa Ion Natrium-Kalium, Kontraspor, dan Endositosis-Eksositosis

Transpor Pasif: Difusi, Difusi Terbantu, dan Osmosis

Tinggalkan komentar