Definisi, Macam, dan Fungsi Derivat Epidermis

Jaringan epidermis adalah lapisan paling luar yang menutupi permukaan organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, buah, bunga, biji. Epidermis dapat berkembang menjadi alat-alat tambahan lain (derivat epidermis), misalnya stomata, trikomata, velamen, sel kersik, litokis, bulliform atau sel kipas, serta sel silika dan sel gabus.

contoh gambar derivat epidermis stomata trikoma bullform emergensia spina duri

A. Pengertian Derivat Epidermis

Derivat epidermis adalah alat-alat tambahan yang berkembang dari sel-sel epidermis. Sel-sel epidermis nantinya dapat mengalami modifikasi sehingga membentuk struktur yang berbeda dengan fungsi yang berbeda pula.

B. Macam-macam Derivat Epidermis

Terdapat berbagai macam derivat epidermis yaitu sebagai berikut.

  1. Stomata (mulut daun)
  2. Trikomata
  3. Bulliform (sel kipas)
  4. Emergensia
  5. Spina (duri)
  6. Sel kersik
  7. Velamen
  8. Litokis
  9. Sel siliki dan sel gabus

Berbagai macam derivat epidermis tersebut selanjutnya akan diuraikan sebagai berikut.


1. Stomata (mulut daun)

Stomata adalah celah yang terdapat pada epidermis organ tumbuhan. Pada semua tumbuhan yang berwarna hijau, lapisan epidermis mengandung stomata paling banyak pada daun. Stomata terdiri atas bagian-bagian yaitu sel penutup, bagian celah, sel tetangga, dan ruang udara dalam.

  • Sel penutup (sel penjaga), terdiri dari sepasang sel yang berbentuk ginjal. Sel-sel penutup merupakan sel-sel aktif (hidup). Pada sel-sel penutup terdapat kloroplas. Fungsi sel penutup (sel penjaga) yaitu mengatur menutup atau membukanya porus
  • Celah, Di antara kedua sel penutup terdapat celah (porus) yang berupa lubang kecil. Sel penutup dapat mengatur menutup atau membukanya porus berdasarkan perubahan osmosisnya.
  • Sel tetangga, merupakan sel-sel yang berdampingan atau yang berada di sekitar sel-sel penutup. Sel ini secara khusus melangsungkan fungsinya secara berasosiasi dengan selsel penutup.
  • Ruang udara dalam, merupakan suatu ruang antarsel yang besar dan berfungsi ganda dalam fotosintesis, transpirasi, dan juga respirasi.

Berdasarkan letak sel penutupnya, stomata dapat dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.

  • Stomata fanerofor, yaitu stomata yang sel-sel penutupnya terletak pada permukaan daun (menonjol) sehingga memudahkan pengeluaran air, misalnya pada tumbuhan hidrofit.
  • Stomata kriptofor, yaitu stomata yang sel-sel penutupnya berada jauh di bawah permukaan daun (tersembunyi), fungsinya untuk mengurangi penguapan yang berlebihan. Contohnya pada tumbuhan xerofit.

Fungsi stomata adalah sebagai tempat pertukaran gas oksigen dan karbondioksida pada proses respirasi dan fotosintesis serta sebagai alat pengeluaran uap air pada proses transpirasi.

Maka dari itu, derivat epidermis yang berperan sebagai tempat pertukaran gas adalah stomata.


2. Trikomata

Trikomata adalah rambut-rambut dari epidermis yang terdiri atas sel tunggal atau banyak sel. Trikomata terdapat hampir pada semua organ tumbuhan. Trikomata tunggal disebut trikoma. Berdasarkan ada tidaknya fungsi sekresi, trikomata dibagi menjadi trikomata nonglanduler dan trikomata glanduler.

a. Trikomata Glanduler

Trikomata Glanduler, adalah trikomata yang menghasilkan sekret. Pada tumbuhan sering dijumpai berbagai macam trikomata glandular, yaitu sebagai berikut.

  • Trikomata hidatoda, terdiri dari sel tangkai dan beberapa sel kepala dan mengeluarkan larutan. Misalnya pada keluarga keladi (Araceae).
  • Kelenjar garam, terdiri dari sebuah sel kelenjar besar dengan tangkai yang pendek, misalnya pada tumbuhan bakau.
  • Kelenjar madu, berupa rambut bersel satu atau lebih dengan plasma yang kental dan mampu mengeluarkan madu ke permukaan sel, misalnya pada tanaman pisang.
  • Rambut gatal, berupa sel tunggal dengan pangkal berbentuk kantung dan ujung runcing. Isi sel menyebabkan rasa gatal. Misalnya pada rambut sengat kemaduh (Laportea stimulans).

b. Trikomata Nonglanduler

Trikomata nonglanduler adalah trikomata yang tidak menghasilkan sekret. Trikomata nonglanduler di antaranya yaitu sebagai berikut.

  • Rambut bersel satu atau bersel banyak dan tidak pipih, contohnya pada Lauraceae dan Moraceae.
  • Rambut sisik yang memipih dan bersel banyak, contohnya pada daun durian (Durio zibetinus).
  • Rambut bercabang dan bersel banyak, contohnya pada daun waru (Hibiscus tiliaceus).

Fungsi trikomata di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Mengurangi penguapan
  • Sebagai alat sekresi
  • Sebagai alat penerus rangsang yang datang dari luar. Misalnya trikomata pada daun tembikar.
  • Meneruskan rangsangan
  • Melindungi tumbuhan dari gangguan hewan herbivora
  • Membantu penyerapan biji
  • Membantu penyerbukan bunga
  • Membantu penyerapan air dan mineral dari dalam tanah
  • Membantu perambatan bagi tumbuhan yang merambat

3. Bulliform (sel kipas)

Bulliform adalah alat tambahan yang terdapat pada epidermis atas. Bulliform tersusun atas sel-sel dengan vakuola yang besar dan berdinding tipis, serta sel-selnya berbentuk seperti kipas sehingga disebut juga dengan sel kipas. Bulliform terdapat pada daun tumbuhan dari famili Cyperaceae dan Poaceae.

Fungsi Bulliform atau sel kipas adalah menyimpan air dan mengurangi penguapan. Apabila suhu lingkungan panas, kandungan air dalam sel akan berkurang dan sel mengkerut, sehingga daun akan menggulung dan mengurangi penguapan lebih lanjut.

4. Emergensia

Emergensia adalah tonjolan pada permukaan organ yang terbentuk dari jaringan epidermis dan jaringan di bawah epidermis. Contoh derivat epidermis ini adalah duri pada tanaman mawar dan rambut-rambut pada buah durian.

5. Spina (duri)

Spina atau duri adalah tonjolan pada permukaan epidermis batang yang terbentuk dari jaringan stele di bawah korteks. Contohnya yaitu duri pada batang bunga bougenville.

6. Sel kersik

Sel kersik adalah bagian epidermis dengan bentuk bulat, elips, halter, atau pelana yang berisi kristal kersik. Keberadaan sel kersik menyebabkan permukaan batang tumbuhan menjadi keras. Misalnya pada tumbuhan dari famili Poaceae seperti tebu. Fungsi sel kersik adalah untuk memperkuat batang.


7. Velamen

Velamen adalah derivat epidermis yang terdapat pada epidermis akar gantung tumbuhan epifit, seperti anggrek. Velamen tersusun atas sel-sel mati dan seringkali disebut juga epidermis ganda. Fungsi velamen adalah untuk menimbun air yang diperolehnya dan mengikat oksigen.

8. Litokis

Litokis adalah sel yang berasal dari epidermis normal dengan pertumbuhan khusus ke arah dalam. Litokis berisi kistal kalsium karbonat yang disebut sistolit.

9. Sel silika dan sel gabus

Sel silika dan sel gabus adalah pasangan sel yang biasanya terdapat pada tulang daun Poaceae seperti padi. Sel silik mengandung kristal silika, sedangkan sel gabus mengandung endapan suberin.

Referensi:

  1. Lestari, E. S., & Kistinnah, I. (2009). Biologi 2: Makhluk Hidup dan Lingkungannya. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
  2. TIM MGMPS Biologi & SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. (2019). Biologi (e-Modul). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. http://repositori.kemdikbud.go.id/20408/1/Kelas%20XI_Biologi_KD%203.3.pdf
  3. Quipper (2021)

Tinggalkan komentar