Ikatan Kimia: Pengertian, Aturan, Jenis Ikatan Kimia, Contoh

A. Pengertian Ikatan Kimia

Ikatan kimia adalah gaya yang mengikat dua atau lebih atom sehingga membentuk senyawa ataupun molekul. Disaat dua atau lebih atom ataupun ion yang berikatan, kita bisa bilang terdapat ikatan kimia antara kedua atom tersebut. Ikatan kimia timbul pada interaksi antara elektron terluar (elektron valensi) pada penggabungan atom.

Contoh sederhana yaitu garam dapur dengan rumus kimia/rumus molekul NaCl. Ikatan kimia mengikat ion Na+ dan Cl sehingga bersatu membentuk NaCl atau yang kita kenal dengan nama garam dapur. Dalam hal ini ikatan kimia yang terjadi adalah ikatan ion.

Terdapat beberapa jenis ikatan kimia yaitu:

  1. Ikatan ion
  2. Ikatan kovalen
  3. Ikatan logam
ikatan kimia

Karena pada ikatan kimia yang berinteraksi adalah elektron valensi, maka kita akan pahami terlebih dahulu mengenai simbol lewis serta aturan duplet dan oktet di bawah ini. Jika kamu sudah paham kamu bisa langsung ke jenis-jenis ikatan kimia ya!


B. Simbol Lewis, Aturan Oktet, dan Aturan Duplet

1. Simbol Lewis

Simbol Lewis adalah simbol yang digunakan untuk menggambarkan elektron valensi pada suatu atom secara sederhana. Elektron valensi umumnya merupakan elektron terluar pada suatu atom. Misalnya pada atom Sulfur memiliki konfigurasi elektron [Ne] 3s23p4, karena kulit 3 merupakan kulit terluar, maka jumlah elektron valensinya adalah 6.

Kamu bisa memahami lebih lanjut mengenai konfigurasi elektron dan penulisannya pada artikel berikut.

Baca Juga: Konfigurasi Elektron: Istilah, Konsep, Aturan, Penulisan

2. Aturan Oktet

Setiap atom cenderung berbagi, menangkap, ataupun melepas elektron agar memiliki jumlah elektron yang sama dengan elektron atom gas mulia terdekat di tabel periodik.

Misalnya atom oksigen yang memiliki 6 elektron valensi akan cenderung berbagi/menangkap elektron sejumlah 2 agar memiliki jumlah elektron sama seperti elektron gas mulia Neon (Ne) (terdekat di tabel periodik).

Namun karena semua atom gas mulia memiliki elektron valensi sebanyak 8 (kecuali Helium), aturan ini disebut aturan oktet.

Aturan oktet adalah aturan konfigurasi elektron dimana atom-atom cenderung menangkap, melepas, ataupun berbagi elektron agar memiliki 8 elektron valensi.

3. Aturan Duplet

Sama halnya dengan aturan oktet, aturan duplet juga akibat dari kecenderungan atom-atom untuk memiliki jumlah elektron valensi seperti gas mulia, namun aturan duplet hanya berlaku pada atom-atom di sekitar Helium (He) (di tabel periodik).

Misalnya atom hideogen yang memiliki 1 elektron valensi akan cenderung berbagi/menangkap elektron sejumlah 1 agar memiliki jumlah elektron sama seperti elektron gas mulia Helum (He) (terdekat di tabel periodik).

Atom gas mulia Helium memiliki elektron valensi sebanyak 2 sehingga aturan ini disebut aturan duplet.

Aturan duplet adalah aturan konfigurasi elektron dimana atom-atom cenderung menangkap, melepas, ataupun berbagi elektron agar memiliki 2 elektron valensi.


C. Jenis-Jenis Ikatan Kimia/Macam-Macam Ikatan Kimia

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, secara umum terdapat 3 jenis ikatan kimia yaitu ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam. Selengkapnya akan dijabarkan di bawah.

1. Ikatan Ion (elektrovalen)

Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat aktivitas serah terima elektron antara ion positif dan ion negatif. Ikatan ion umumnya terbentuk antara ion logam dan ion nonlogam.

Contoh

Contoh dari ikatan ion adalah NaCl (garam dapur) yang mana Na+ merupakan ion logam dan Cl merupakan ion nonlogam. Pada ikatan NaCl, atom Na melepas elektron yang kemudian ditangkap oleh atom Cl.

Contoh lain dari ikatan ion adalah CaCl2 (umum digunakan sebagai elektrolit pada minuman) yang mana Ca2+ merupakan ion logam dan Cl merupakan ion nonlogam. Pada ikatan CaCl2, atom Ca melepas 2 elektron yang kemudian ditangkap oleh 2 atom Cl.

2. Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat aktivitas berbagi elektron antar atom, baik atom elemen yang sama maupun berbeda. Dengan kata lain, atom-atom yang berikatan akan menggunakan elektron yang sama.

Contoh

Contoh dari ikatan kovalen adalah H2O (air) yang mana 1 atom Oksigen dan 2 atom Hidrogen saling berbagi elektron. Atom Oksigen akan berbagi 2 elektronnya ke masing-masing atom Hidrogen sehingga atom Hidrogen dapat memenuhi aturan duplet. Sedangkan masing-masing atom Hidrogen akan berbagi 1 elektron ke atom Oksigen sehingga dapat memenuhi aturan Oktet.

\mathrm{H-O-H}

Contoh lain dari ikatan kovalen adalah molekul O2 dan H2. Pada molekul O2, dua atom Oksigen yang memiliki elektron valensi 6 akan saling berbagi masing-masing 2 elektron. Sehingga masing-masing atom Oksigen akan menggunakan dua pasang elektron secara bersama-sama dan berikatan seperti berikut.

\mathrm{O=O}

Terdapat 5 jenis ikatan kovalen yaitu:

  • Ikatan kovalen tunggal
  • Ikatan kovalen rangkap dua
  • Ikatan kovalen rangkap tiga
  • Ikatan kovalen koordinasi
  • Ikatan kovalen polar dan nonpolar

Ikatan tersebut selanjutnya akan dijabarkan yaitu sebagai berikut.

a. Ikatan Kovalen Tunggal

Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan kimia yang terjadi karena penggunaan satu pasang elektron secara bersama-sama oleh atom penyusunnya. Ikatan ini dituliskan dengan garis tunggal.

Contoh dari ikatan kovalen tunggal adalah molekul H2 yang berikatan seperti berikut.

\mathrm{H-H}

b. Ikatan Kovalen Rangkap Dua

Ikatan kovalen rangkap dua adalah ikatan kimia yang terjadi karena penggunaan dua pasang elektron secara bersama-sama oleh atom penyusunnya. Ikatan ini dituliskan dengan garis ganda.

Contoh dari ikatan kovalen rangkap dua adalah molekul O2 yang berikatan seperti berikut.

\mathrm{O=O}

c. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga

Ikatan kovalen rangkap tiga adalah ikatan kimia yang terjadi karena penggunaan tiga pasang elektron secara bersama-sama oleh atom penyusunnya. Ikatan ini dituliskan dengan 3 garis sejajar.

Contoh dari ikatan kovalen rangkap dua adalah molekul N2 yang berikatan seperti berikut.

\mathrm{N\equiv N}

d. Ikatan Kovalen Koordinasi

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kimia yang terjadi karena penggunaan elektron secara bersama-sama namun elektron hanya berasal dari salah satu atom penyusunnya. Ikatan ini dituliskan dengan garis panah tunggal.

Ikatan kovalen koordinasi disebut juga ikatan dativ ataupun ikatan semipolar.

Contoh dari ikatan kovalen koordinasi adalah senyawa SO3, CO, dan NH3BF3. Struktur senyawa NH3BF3 yaitu sebagai berikut.

ikatan kovalen koordinasi nh3bf3

e. Ikatan Kovalen Polar dan Nonpolar

Ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang terbentuk pada atom-atom yang memiliki perbedaan elektronegativitas.
Sedangkan ikatan kovalen nonpolar adalah ikatan kovalen yang terjadi pada atom-atom yang tidak memiliki perbedaan elektronegativitas.

Elektronegativitas adalah besarnya kekuatan gaya tarik elektron dari suatu atom. Atau dengan kata lain, elektronegativitas adalah seberapa pingin suatu atom untuk menangkap elektron.

Contoh

Contoh ikatan kovalen polar adalah H2, O2, Cl2, CH2, C6H6, dan BF2.
Contoh ikatan kovalen nonpolar adlah HCl, HBr, HI, HF, H2O, dan NH3.


Cara Menentukan Kepolaran Suatu Senyawa
1) Jumlah momen dipol

Jika jumlah momen dipol = 0 maka senyawanya bersifat nonpolar. Sebaliknya, jika jumlah momen dipol ≠ 0, maka senyawanya bersifat polar. Besar momen dipol pada suatu senyawa dapat diketahui dengan persamaan berikut.

\mu=d\times l

Keterangan:
μ = momen dipol (D / Debye)
d = muatan (ses)
l = jarak (cm)

2) Bentuk Molekul

Jika bentuk molekulnya simetris, maka ikatan tersebut bersifat nonpolar. Sedangkan jika bentuk molekulnya asimetris (tidak simetris), maka biasanya ikatan tersebut bersifat polar.

3) Jika molekul terdiri dari dua unsur

JIka unsurnya sejenis, maka ikatan tersebut bersifat nonpolar. Contoh: H2 dan Cl2.
Jika unsurnya tidak sejenis, maka biasanya ikatan tersebut bersifat polar. Contoh: HCl dan HBr.

4) Jika molekul terdiri dari tiga atau lebih unsur berbeda

Jika atom pusat (atom yang berada di tengah) tidak memiliki PEB (pasangan elektron bebas), maka ikatan tersebut bersifat nonpolar.

Jika atom pusat (atom yang berada di tengah) memiliki PEB (pasangan elektron bebas), maka ikatan tersebut bersifat polar.


3. Ikatan Logam

Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terjadi antar atom-atom logam. Pada logam, misalnya pelat logam, elektron valensi pada atom-atomnya dapat bergerak secara bebas. Elektron-elektron tersebut disebut mengalami delokalisasi.

Delokalisasi elektron adalah terlepasnya dan tersebarnya elektron-elektron tanpa terikat pada satu atom tetap sehingga bebas bergerak. Elektron-elektron yang terdelokalisasi ini membentuk lautan elektron.

Kamu bisa melihat ilustrasi pada gambar di awal artikel.

Ikatan logam merupakan ikatan yang menyebabkan adanya sejumlah sifat-sifat yang ada pada logam seperti konduktif listrik dan panas.

Referensi:

  1. Tilley, R. J. D. (2013). Understanding Solids: The Science of Materials (Ed. 2). John Wiley & Sons, Ltd.
  2. Brown, T. L., LeMay, H. E., Bursten, B. E., Murphy, C. J., Woodward, P. M., Stoltzfus, M. W., & Lufaso, M. W. (2018). Chemistry: The central science. Pearson.
  3. Expii.com

Baca Juga:

Konfigurasi Elektron: Istilah, Konsep, Aturan, Penulisan

Teori Asam Basa: Arrhenius, Brønsted–Lowry, dan Lewis

Tinggalkan komentar